Indonesia Masih Di Persimpangan Jalan

Mengemukanya berita dugaan skandal Bank Century karena rakyat sudah sangat haus atas Pemerintahan yang bersih dan Pemerintahan yang taat hukum. Angin Demokrasi memang baru saja bertiup di negeri ini...

Selengkapnya

Kolom Sekretaris Jenderal

............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. .............................

Link P2KB

Pusat Riset Inovasi Nutrisi (Presi Nutri) SGM Terapkan Standar Setara Industri Farmasi

Demi menghasilkan produk nutrisi yang tepat dan berkualitas tinggi, Pusat Riset Inovasi NUtrisi SGM terapkan metode riset dan pengembangan yang terintegrasi, teknologi produksi yang canggih dan kendali mutu yang ketat setara industri farmasi. Demikian dikatakan Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, Ahli Mikrobiologi dari Universitas Gajah Mada dalam acara jumpa pers pada acara memperkenalkan "Pusat Riset Inovasi Nutrisi (Presi Nutri) SGM Terapkan Standar Setara Industri Farmasi" di Klaten Yogyakarta baru-baru ini (20 Mei).

Dalam jumpa pers tersebut para wartawan diperkenalkan juga untuk mengunjungi beberapa tempat pembuatan, mengawali dari  pemasokan bahan baku susu SGM sampai  dengan cara pemprosesan secara higienis, dan sampai cara pengepakan susu dengan teknologi yang canggih.

Dalam paparannya kepada para media massa Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS, Ahli Tehnologi Pangan dari lembagai tersebut, yang juga merupakan Profesor pada Institut Pertanian Bogor menjelaskan, dengan menerapkan standar keamanan pangan yang diakui secara nasional maupun internasional, suatu perusahaan akan mampu menghasilkan produk-produk dengan kualitas yang tinggi sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan nilai tambah.

Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM merupakan integrasi aktivitas  Riset dan Pengembangan; Sentra Laboratorium serta Proses Produksi susu pertumbuhan SGM 3 dan SGM 4 yang menerapkan sistem kendali mutu yang ketat setara industri farmasi. Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM yang berlokasi di Prambanan, KLaten ini  menerapkan metode riset terintegrasi dan memiliki jaringan dengan Baby Nutrition Research Center di Wageningen, Belanda. Sementara Sentra Laboratoriumnya dimonitor secara periodic oleh Central Laboratories Friendrichdorf yang bermarkas di Jerman.

Sementara  itu Greg MeCullough,Direktur Quality & Food Safety Baby Nutrition Asia Pasifik, menjelaskan bahwa kualitas harus dibangun di dalam produk secara sistematik. Kualitas bukan sesuatu yang di tes di akhir proses produksi melainkan di seluruh rangkaian sejak dari bahan baku diperoleh hingga produk berada di meja konsumen." Oleh karena itu dalam menghasilkan produk susu yang berkualitas tinggi, kami menerapkan system penatalaksanaan dan produksi yang ketat dan menyeluruh setara dengan industri farmasi. Hal itu merupakan wujud komitmen kami terhadap kualitas dan keamanan pangan serta keyakinan konsumen atas produk-produk yang kami hasilkan sebagaimana telah kami lakukan selama 55 tahun kami hadir di Indonesia," ujar Greg.

Greg menambahkan, untuk menjaga konsistensi dari keamanan dan kualitas produk-produk, Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM menerapkan standar manajemen keamanan pangan ISO 2200 dan ISO 9002 serta menerapkan 14 parameter dalam menganalisis dan memonitor kualitas produk termasuk SGM-3 dan SGM -4. "Parameter yang kami terapkan tersebut jauh lebih tinggi dari standar parameter yang diterapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Laboratorium riset dan pengembangan kami, selain mengacu kepada peraturan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan internasional CODEX, juga mengacu kepada standar yang diterapkan di Eropa," ujar Greg.

Susu pertumbuhan SGM3 dan SGM 4 diproduksi di Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM, yang menerapkan system penatalaksanaan dan produksi yang ketat setara industri farmasi dengan menggunakan peralatan berteknologi tinggi dan melalui tingkat higienitas yang baik, dari awal hingga akhir. Hal ini perlu dilakukan sesuai dengan Standar Cara Produksi yang Baik (Good Manufacturing Practices). Produksi juga dilakukan di bawah pengawasan mutu yang ketat dengan menerapkan system HACCP (Hazardous Analysis Critical Control Point) yang telah bersertifikasi.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu yang juga konsultan Pusat Riset Inovasi NUtrisi SGM ini menambahkan, bahwa  keamanan merupakan syarat mutlak dalam industri pangan oleh karena itu pengawasan mutu yang ketat dan menyeluruh merupakan sebuah keharusan dalam industri pangan. "Penarapan standar farmasi oleh Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM ini mengharuskan kami memiliki kemampuan dalam mengenalisis dan melakukan uji mikrobiologi di dalam laboratorium kami, seperti melakukan analisis unsur kimia, fisika, organolopetin, kontaminasi, residu dan sebagainya," ujar Prof. Endang.