Categories
Berita news-nasional

Mengenang Mayjen TNI (Purn) dr. H. Abdullah Cholil, MPH

Mengenang Mayjen TNI (Purn) dr. H. Abdullah Cholil, MPH (Ketua Umum PB IDI Periode 1980-1982)

Dr.dr.Muhammad Isman Jusuf, Sp.N

Departemen Kajian Sejarah dan Kepahlawanan Dokter Bidang Organisasi PB IDI

 

“Innalillahi Wa innailahi roojiuun. Telah berpulang ke rahmatullah dr.Abdullah Cholil, MPH, Ketua umum PB IDI 1980-1982 pada hari senin 3 Oktober 2022”. Demikian isi berita duka yang beredar di sejumlah grup Whats App PB IDI, IDI Wilayah, IDI Cabang maupun perhimpunan. Keluarga besar IDI sangat berduka atas wafatnya almarhum. Namun ternyata tidak banyak sejawat dokter yang mengenal sosok almarhum. Siapakah sebenarnya sosok dr.Abdullah Cholil, MPH?

Mayjen TNI (Purn) Dr. Abdullah Cholil, MPH adalah Ketua Umum ketigabelas PB IDI yang disahkan pada muktamar ke-17 yang dilaksanakan di Solo pada tahun 1980. Dalam periode kepemimpinan almarhum tahun 1980-1982, IDI pertama kalinya aktif menyelenggarakan program Keluarga Berencana (KB). Kebetulan almarhum berkarier di Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Beliau pernah menjabat Kakanwil BKKBN DKI Jakarta (1973-1983), Staf Ahli Kepala BKKBN (1983-1988), Deputy Perencanaan Analisa Program BKKBN (1988-1993) dan Asisten I Menteri Kependudukan RI (1993-1995). Bersama BKKBN, IDI mengembangkan program KB Mandiri. Kepala BKKBN Prof.Dr.Haryono Suyono sempat berkata: “Dengan adanya Dr. Cholil di BKKBN, yang juga Ketua IDI, maka hubungan dengan kalangan dokter lancar, karena ketua umumnya menjadi bagian dari keluarga BKKBN” Dalam masa kepengurusan yang dipimpinnya, IDI sukses menyelenggarakan musyawarah  kerja  nasional Etika Kedokteran  yang    menyempurnakan   dan mengesahkan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) pada tahun 1981. Ini merupakan salah satu legacy yang ditinggalkan almarhum sebagai ketua umum PB IDI.

Setelah meyelesaikan amanah sebagai ketua umum PB IDI, almarhum aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Primkop IDI. Primkop-IDI adalah Badan Khusus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tercantum dalam ART IDI Bab II Pasal 50. Didirikan pada tanggal 11 Mei 2001 dengan SK Meneg Koperasi dan UKM No. 98/BH/MENEG/V/2001 sebagai badan hukum yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip universal koperasi bagi seluruh Anggota Ikatan Dokter Indonesia

Presiden Soeharto di Bina Graha menerima 30 Pengurus Besar IDI, wakil pengurus cabang IDI serta Perhimpunan Dokter Ahli, dipimpin oleh Ketua IDI dr E. Abdullah Cholil. Tampak Presiden mendengarkan laporan Ketua IDI dr Abdullah Cholil (keempat dari kiri). (16/12/1982)

 

Selepas berkarir di BKKBN, dr.Abdullah Cholil, MPH berkiprah sebagai Anggota Dewan Riset Nasional (1994-2004), Asisten I Menteri UPW (1995-1999), dan Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001). Beliau dikenal sebagai inisiator Gerakan sayang Ibu. Dasar pemikiran Gerakan Sayang Ibu adalah Keluarga yang berkualitas salah satunya ditentukan oleh kualitas Ibu

 

Setelah pensiun dari pemerintahan, almarhum aktif di Rumah Sakit diantaranya pernah menjabat Direktur Rumah Sakit khusus bedah THT yayasan Yurino dan Ketua Komite Medik rumah sakit khusus THT bedah cirajang. Beliau juga aktif di organisasai kemasyarakatan yang fokus pada pemberdayaan ibu, anak dan keluarga diantaranya Direktur Maternal and Neonatal Health (MNH), Dewan pembina Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) dan Founder dari Samara Initiatives. Beliau juga banya menulis teentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan Keluarga Samara? Bagaimana keluarga dapat menjadi sumber inspirasi kita untuk selamat dunia akhirat. Kontribusi Pemikiran dari Dr. Abdullah Cholil, MPH dituangkan dalam bukunya yang best seller yaitu A To Z 26 Kiat Menata Keluarga Penerbit Elexmedia

 

Selamat jalan Mayjen TNI (purn) dr.H.Abdullah Cholil, MPH senior dan panutan kami. Dedikasi dan pengabdianmu akan terus dikenang sepanjang masa dan menjadi pemberat amal kebajikan di akherat kelak. Teriring doa semoga almarhum meninggal keadaan dalam husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Aamiin…Aamiin…Yaa Rabbal’aalamiin