Categories
Berita news-nasional

Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT Usai Acara WHO di Swiss: IDI Satu-satunya Diakui UU



.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT menegaskan IDI merupakan satu-satunya organisasi profesi di Indonesia yang telah disahkan melalui Undang-undang.
Adib sekaligus menyatakan kesiapan IDI untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pemulihan kesehatan dunia pasca pandemi.

Hal itu Adib sampaikan usai menghadiri acara Badan Kesehatan Dunia (WHO) bertajuk World Health Assembly ke-75 yang berlangsung di Palais de Nations, Jenewa, Swiss pada 22-28 Mei lalu. Adib datang sebagai perwakilan IDI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta delegasi Indonesia lainnya dari Kementerian Kesehatan.

“Mewakili PB IDI, kami menyampaikan dukungan pada WHO dan Kementerian Kesehatan RI dalam strategi pemulihan layanan dan sistem kesehatan secara global, sebagai satu-satunya organisasi profesi kedokteran yang diakui oleh hukum Undang-Undang,” kata Adib dalam keterangan tertulis, Rabu (25/5).

Adib kemudian membeberkan, dalam pembicaraan bilateral meeting tersebut juga dibahas tentang penguatan SDM kesehatan termasuk para dokter melalui berbagai pelatihan, penguatan pelayanan primer yang mendukung Universal Health Coverage.

Selain itu, ada pula penjajakan kerjasama Internasional para dokter Indonesia dalam rangka transfer pengetahuan dan teknologi.

IDI, kata dia, juga telah menyadari bahwa diperlukan pendekatan yang tepat dalam memberikan pemahaman soal upaya promotif dan preventif melalui para dokter anggota IDI.

Selain itu, IDI juga akan memanfaatkan teknologi Kesehatan untuk memberikan edukasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi terkait upaya promotif dan preventif.

“IDI selalu siap menjadi mitra strategis pemerintah RI dan dunia dalam kemajuan pelayanan Kesehatan di Indonesia serta membantu kerjasama dalam menciptakan dunia yang lebih sehat. Semua prioritas dan fokus WHO mendatang sejalan dengan arah dan strategi program PB IDI ke depan,” kata dia.

Dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga turut menyampaikan hasil kesepakatan ASEAN yang merupakan hasil pertemuan ASEAN Health Ministerial Meeting (AHMM) ke-15 di Bali pada tanggal 14-15 Mei 2022 lalu.

Kesepakatan tersebut di antaranya kesepakatan ASEAN Universal Verification Mechanism untuk sertifikat Covid-19, perluasan ASEAN Covid-19 Response Fund dan ASEAN Regional Reserve for Medical Supplies.
sumber :cnnindonesia.com