Categories
Berita news-nasional

Mengukur Pengendalian Covid-19 di RI dengan Indikator WHO, Sudah Berhasil?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim penanganan Covid-19 di Indonesia semakin baik pada Senin (4/4). Kondisi ini ditandai dengan terus membaiknya indikator pengendalian pandemi Covid-19.

Ada lima indikator pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air. Indikator ini merujuk pada panduan yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Pertama, kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua, keterisian rumah sakit rujukan Covid-19. Ketiga, kasus kematian Covid-19. Keempat, vaksinasi Covid-19 dosis lengkap. Terakhir, angka reproduksi efektif Covid-19 (Rt).

merdeka.com menghitung pengendalian pandemi Covid-19 menggunakan rumusan indikator dari WHO. Apa hasilnya?

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 3 April 2022, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berada pada angka 7,65/100.000 penduduk per minggu. Sementara keterisian rumah sakit tercatat 0,98/100.000 penduduk per minggu.

Kasus kematian menyentuh angka 0,22/100.000 penduduk per minggu. Vaksinasi Covid-19 lengkap baru mencapai 160.107.212 atau 59 persen dari total populasi di Indonesia.

Sedangkan Rt tercatat sebesar 1,00 per 31 Maret 2022. Data dikutip dari kemkes.go.id, Selasa (5/4).

Indikator Jadi Syarat Endemi Covid-19

Sebelumnya, Budi mengaku sudah mengusulkan lima indikator endemi Covid-19 kepada Presiden Joko Widodo. Usulan tersebut sudah diterima Kepala Negara.

Indikator pertama, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 20/100.000 penduduk per minggu. Kedua, keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 hanya 5/100.000 penduduk per minggu. Ketiga, kasus kematian akibat Covid-19 hanya 1/100.000 penduduk per minggu.

“Kalau kita bisa memenuhi ketiga kriteria ini sekaligus, antara 3 sampai 6 bulan berturut-turut dari sisi kesehatan, itulah indikator bahwa kita sudah bisa masuk ke endemi,” katanya saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (23/3).

Indikator keempat, vaksinasi Covid-19 dosis lengkap harus mencapai 70 persen dari total populasi di Indonesia. Selain itu, vaksinasi lansia juga harus mencapai 70 persen. Terakhir, angka reproduksi efektif Covid-19 (Rt) harus di bawah 1.

Budi kembali menegaskan, penentuan endemi tidak selalu berdasarkan faktor kesehatan. Melainkan bisa mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

“Transisi dari pandemi ke endemi itu bukan melulu faktor kesehatan. Ada faktor sosial, ekonomi, politik, budaya yang masuk. Nah yang nanti harus diambil oleh Kepala Negara,” kata dia.

Bagaimana dengan Negara Lain?

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah negara menyatakan memasuki fase endemi. Namun, ada juga negara yang masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Sejumlah negara yang menyatakan masuk endemi Covid-19 di antaranya Singapura dan Malaysia. Situs worldometers melaporkan, di Singapura total kasus aktif Covid-19 sebanyak 69.708, sedangkan Malaysia 179.619 orang.

Sementara negara yang masih berjuang melawan lonjakan Covid-19 seperti China dan Inggris. Menurut worldometers, sampai 3 April 2022, jumlah kasus Covid-19 di Inggris sebanyak 21.216.874 dengan 165.570 kematian.

Kasus Covid-19 harian terbanyak tercatat pada 5 Januari 2022 yaitu 275.594. Sementara sampai 31 Maret 2022, persentase warga Inggris yang sudah divaksinasi Covid-19 mencapai 77,41 persen. Dengan rincian, 72,47 persen vaksinasi dosis dua dan 4,94 persen dosis satu.

sumber: merdeka.com