Categories
Berita news-nasional

Parade Merdeka Tanjung Lesung, Gelar Upacara di Bawah Laut

Tanam Kembali, berlangsung semarak di Lalassa Beach Club, Tanjung Lesung , Banten, kemarin. Wisatawan, warga setempat, mahasiswa, hingga komunitas menikmati bazar, live music, berbagai perlombaan menarik, penanaman bibit pohon, penyambutan marathon sepeda, hingga upacara di bawah laut. Pemindaian aplikasi Peduli Lindungi mencatat 200-an orang datang ke Lalassa Beach Club selama dua hari. Mereka terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang sendirian atau rombongan untuk merayakan HUT ke-77 RI. Rangkaian acara Parade Merdeka dimulai marathon sepeda pada hari Selasa (16/8) pagi di Menara Batavia, Jakarta. Di mana ditandai pemberian bendera merah putih oleh Poernomo Siswoprasetijo selaku Direktur Utama Tanjung Lesung kepada komunitas sepeda guna dibawa ke Tanjung Lesung untuk upacara pengibaran bendera di bawah laut.

Tiba di Tanjung Lesung sore jelang malam, para pesepeda disambut dengan deretan tenda usaha mikro. Poetoet (38) dan rombongan komunitas sepeda mengaku senang menjadi bagian dari acara Parade Merdeka. Selain Tanjung Lesung, memiliki tempat yang indah dan nyaman sebagai tempat berkumpul anggota komunitas, pihaknya bisa memberi kontribusi positif kepada masyarakat dengan mengkampanyekan bersepeda untuk mengurangi dampak pemanasan global. “Kami berharap bisa membantu mendongkrak pariwisata di Tanjung Lesung, dan mengurangi dampak pemanasan global yang sudah jadi masalah mendesak,” terang Poetoet, Rabu (17/8/2022). Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyambutan dan pesta rakyat Sang Saka Night yang diramaikan live music oleh Roompoet Hijau Band. Tampak ratusan orang turut serta dalam keriuhan acara penyambutan yang diiringi alunan musik bergenre reggae. Hari kedua parade merdeka acara diawali dengan penyerahan bendera dari rombongan komunitas sepeda kepada manajemen Tanjung Lesung yang diwakili oleh Kunto Wijoyo selaku Direktur Operasional Tanjung Lesung. Tak lama kemudian, bendera dibawa ke pinggir Pantai Lalassa di mana paskibra dari SMA Presiden sudah menunggu untuk dibawa ke tengah laut. Setelah diterima, paskibra SMA presiden membawa bendera dengan perahu boat bersama para penyelam pengibar bendera. Adapun upacara bendera dilakukan seperti upacara bendera pada umumnya, yang dihadiri pemimpin upacara, pengibar bendera dan peserta upacara. Tersedia ponton, sebagai tempat berdiri para pemimpin upacara dan peserta upacara di atas laut, dan tepat di depannya ada tiang bendera menyembul agar para peserta upacara bisa melihat bendera telah dikibarkan.

Begitu perahu boat sampai di Ponton, sudah ada para manajemen Tanjung Lesung dan perwakilan komunitas, para sponsor maupun pendukung acara sekitar lima orang. Sejurus kemudian, 20 penyelam pun masuk ke dalam air laut. Mereka berenang menuju tiang bendera dan membentuk formasi tepat di hadapan tiang. Lalu, tiga orang penyelam melakukan pengibaran bendera hingga bendera merah putih muncul ke dalam permukaan laut. Menandakan pengibaran bendera di bawah laut berjalan aman dan sukses. Setelah itu, acara pengibaran bendera berganti dengan transplantasi terumbu karang. Di mana dilakukan oleh gabungan dari berbagai instansi, yaitu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Yayasan Konservasi Sulat Sunda, Saka Bahari dan Ndlahom Project.

Lestarikan Alam, Kurangi Pemanasan Global Selesai kegiatan di tengah laut, Parade Merdeka berlanjut di area pantai Lalassa Beach Club. Terlihat ratusan orang sudah memenuhi area bazar di Lalassa Beach Club dan makin penuh ketika panitia menginformasikan akan memulai perlombaan, antara lain lomba makan kerupuk, bakiak, tarik tambang, lomba kayak.

Semua lomba berjalan seru dan meriah. Hal itu setidaknya yang dirasakan oleh Bayu (40) dan keluarganya. Mereka ikut serta dalam keriuhan Parade Merdeka dengan mencicipi jajanan yang ada, berswa foto sekaligus mengikuti lomba. “Saya warga di sekitar sini. Tadinya sekadar ingin lihat-lihat. Seru juga bisa ternyata lihat proses upacara pengibaran bendera dan perlombaan di sini, ada live music juga,” terang Bayu yang tampil kompak berkaus putih dengan anak istrinya dan mengaku puas dengan rangkaian acara Parade Merdeka ini.

Sementara itu, Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, menerangkan, pihak Tanjung Lesung menggandeng komunitas-komunitas dan instansi untuk sama-sama mendongkrak pariwisata sekaligus berpartisipasi dalam melestarikan alam di tengah menghadapi global warming yang dampaknya memengaruhi keseharian. Semisal periode musim yang lebih panjang atau pendek, naiknya permukaan laut, dan meningkatnya frekuensi badai. “Parade Merdeka berhasil menjadi daya tarik pariwisata, promosi dan sinergi kreativitas komunitas dan instansi, yang tentu memperkuat Tanjung Lesung sebagai kawasan wisata,” terang dia.

Lebih lanjut, Poernomo berharap Tanjung Lesung bisa menjadi sebuah hub bagi berbagai komunitas. Karena dengan berhasilnya acara Parade Merdeka membuktikan Tanjung Lesung, salah satu kota mandiri yang dimiliki PT Jababeka Tbk, menjadi tempat yang tepat bagi komunitas menyelenggarakan event. “Tak lupa, saya juga ingin mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang mendukung acara Parade Merdeka ini bisa sukses terlaksana, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup, Yayasan Konservasi Selat Sunda, Ndlahom Project, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dan mahasiswanya, Edan Eling Racing, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Saka Bahari, dan Pemuda Pancasila,” tutup Poernomo.

sumber:  mediaindonesia.com