Bagaimana Keberadaan Dokter Asing di Indonesia ?
Perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam (PAPDI) merupakan salah satu profesi terbesar dilingkungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Saat ini dengan anggota sekitar 2000 dokter, dokter spesialis penyakit dalam bekerja hampir diseluruh pelosok Indonesia. Dengan jumlah anggota dokter spesialis yang besar dengan daerah aktifitas pelayanan kesehatan yang luas PAPDI merasa terpanggil untuk senantiasa mengangkat dan membicarakan berbagai topik yang berkembang baik dilingkungan profesi maupun dimasyarakat luas. Salah satu topik yang belum lama ini (5/3) di FKUI Jakarta, di bahas adalah tentang keberadaan dokter asing yang saat ini cukup meresahkan baik dilingkungan profesi maupun masyarakat luas, judul yang dibahas adalah . Isu telah bekerjanya dokter asing ditengah masyarakat kita ternyata bukan isapan jempol belaka, bahkan secara terang-terangan mereka berpraktek ditengah masyarakat tanpa izin. Jelas yang akan dirugikan adalah masyarakat luas jika pelayanan kesehatan yang diberikan tidak standar dan dokter asing yang melakukan pelayanan tersebut tidak berkompeten.
Pelantikan Pengurus Personalia Baru Periode 2009 – tahun 2012
Setelah Muktamar IDI ke 27 di Palembang yang baru lalu salah satu acaranya adalah telah dikukuhkan Dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad (K) Ketua Terpilih 2006 – 2009 sebagai Ketua Umum PB IDI masa bakti 2009 – 2012 dan mengamanatkan agar segera menyusun Susunan dan Personalia Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.
Maka belum lama ini tanggal 20 Desember 2009 di Hotel Borobudur Jakarta telah diadakan pelantikan Kepengurusan susunan dan Personalia Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2009 – 2012 dan sekaligus membubarkan kepengurusan Pengurus Besar IDI periode 2006 – 2009.
Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2009 – UNGASS Forum Indonesia
"Akses Universal dan Hak Asasi Manusia"
Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember maka kami, UNGASS Forum Indonesia, sebuah kolaborasi aksi dari organisasi masyarakat sipil untuk pemantauan pencapaian Komitment UNGASS–AIDS di Indonesia, perlu mengeluarkan beberapa point yang harus dijadikan catatan dalam memandang respon program penanggulangan AIDS sampai saat ini di Indonesia. Epidemi AIDS telah memasuki rumah tangga dan sekolah–sekolah. Pencegahan sudah saatnya harus disasarkan kepada seluruh dimensi masyarakat Indonesia.
Kongres PAPDI ke–14 di Jakarta
Acara konvokasi fellow ini dimaksudkan untuk internasionalisasi gelar dan cakupan para anggota PAPDI sekaligus sebagai ajang kebersamaan antar anggota. Istilah fellow sendiri memiliki bermacam–macam arti yang pada intinya memberikan apresiasi bagi para anggotanya. Untuk itu, title fellow diberikan pada mereka yang telah menjalani keanggotaan selama sekian waktu serta memberikan kontribusi dasar yang menjadi kewajibannya. Sepak terjang dan kesetiaan mengabdikan diri bagi para pasien tersebut perlu diberikan kehormatan oleh organisasi profesi yang menaunginya. Sebaliknya organisasi profesi pun mendapat kebanggaan tersendiri jika banyak anggotanya meraih gelar ini.
Muktamar IDI ke–27 di Palembang
"Prioritas Utama IDI Adalah Mempertahankan dan Meningkatkan Profesionalisme Anggota dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Serta Menjadikan Dokter Indonesia
Mampu Bersaing dalam Era Globalisasi"
Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali kembali digelar. Muktamar yang ke–27 resmi dibuka oleh Wakil Presiden Bapak Budiono di Istana Wakil Presiden (16/11)di Jakarta. Muktamar IDI berlangsung mulai 18–22 November di Hotel The Aryaduta, Palembang.
Dari hari pertama (18/11) para tamu yang khususnya dokter dari seluruh Indonesia berkumpul di Palembang, walaupun hanya perwakilan setiap IDI cabang atau wilayah. Tercatat kurang lebih 1000 peserta muktamar yang hadir.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar Muktamar ke–27 yang secara resmi dibuka hari Kamis (19/11) di hotel Aryaduta Palembang oleh Gubernur Bapak Alex Noerdin, Kegiatan yang berlangsung hingga 21/11, yang akan dipanaskan dengan pemilihan Presiden elect 2009–2012.
Tema Muktamar IDI ke–27 adalah Penjaminan Pembiayaan Kesehatan Sosial yang Ideal adalah Instrumen Terciptanya Sub–Sistem Referal Sebagai Bagian dari Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dalam Rangka Menuju Sehat Sejahtera Untuk Semua.
Sementara itu Ketua Umum PB IDI DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes dalam temu wartawan pada Rabu (18/11) di Hotel Aryaduta menjelaskan, Muktamar merupakan mekanisme pengambilan keputusan dalam organisasi IDI dan perhimpunan yang bernaung di dalamnya. Muktamar juga merupakan ajang pertemuan bersama untuk menentukan pokok–pokok program kerja IDI dan memilih Presiden elect IDI.
Confideration of Medical Association in Asia and Oceania (CMAAO)
Bali, 6 November 2009. Confideration of Medical Association in Asia and Oceania (CMAAO) ke–26 dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia DR.Dr.Endang Rahayu Sedyaningsih MPH. CMAAO adalah organisasi profesi tingkat Asia Pasifik yang terdiri dari 19 negara yaitu : Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Myanmar, Selandia baru, Philipina, Singapura, Taiwan, Thailand, Australia, Bangladesh, Kamboja, Macau, Nepal,dan Srilangka yang bertujuan mempererat hubungan dan bertukar informasi antar organisasi profesi kedokteran.
Pengurus Besar IDI Audiensi ke Menkes RI
Jakarta,27 Oktober 2009, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia melakukan audiesi dengan Menteri Kesehatan yang baru yaitu DR.Dr.Endang Rahayu Sedyaningsih MPH di Kantor Departemen Kesehatan, H Rasuna Said Blok X, Kav 4 - 9 Jakarta Selatan. Pada pertemuan tersebut dibicarakan mengenai program-program IDI ke depan yang kiranya dapat diselaraskan dengan program Departemen Kesehatan. Menteri Kesehatan juga berkenan akan membuka kegiatan IDI di Bali pada tanggal 6 November yaitu Confederation of Medical Association in Asia and Oceania dimana pada pertemuan ini juga DR.Dr.Fachmi Idris M.Kes akan dilantik sebagai Ketua Dokter Se Asia Pasifik untuk 2 tahun kedepan. Menteri Kesehatan juga menyatakan kesediaannya untuk hadir sebagai Key Note Speech pada Muktamar IDI ke 27 di Palembang tanggal 18 - 22 November mendatang. Hadir pada Audiensi tersebut selain Ketua Umum PB IDI didampingi oleh Ketua Terpilih IDI periode 2009-2011 Dr.Prijo Sidipratomo,Sp.Rad dan panitia CMAAO serta Panitia Muktamar IDI.
Dompet Amal IDI PEDULI Gempa Sum-Bar
Berikut ini adalah daftar-daftar Dokter yang ikut berpartisipasi dalam Dompet Amal IDI PEDULI Gempa Sum-Bar
Laporan Tim KPB PB IDI di Sumbar
Tim 1 menuju lokasi Kampung Dalam. Sasaran tim kali ini selain memberikan pelayanan kesehatan juga mendistribusikan bantuan logistik seperti makanan bayi, MP ASI biskuit, Susu balita, Genset, Tenda, Paket Keluarga, Pampers dan beberapa kebutuhan sehari-hari lainnya. kegiatan ini didukung oleh INDOSIAR dan juga berkoordinasi dengan dari Polres PADANG PARIAMAN dibawah arahan KOMPOL Usman. KORONG ini terbagi atas TALAU ATAS dan TALAU BAWAH. Akses jalan ke daerah tersebut putus pada beberapa titik sehingga penyaluran bantuan dilakukan dengan roda dua dan berjalan kaki. Daerah tersebut mengalami kesulitan air bersih dan listrik yang asih padam. Jumlah KK kurang lebih 235 dengan kehancuran rumah sekitar 70%.
Tim 2 melakukan kegiatan ke Malai Tengah. Kegiatan ini dapat di fokuskan untuk membantu Pustu Malai Tengah agar dapat tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat disekitarnyta mengingat PUSTU stersebut menagalami kerusakan berat dan fasilatas pelayanan kesehatan lainnya cukup jauh dari lokasi.. Support yang diberilkan berupa tenaga medis, bantuan obat-obatan dan alkes. Selain itu bantuan logistik juga diberikan kepada masyarakat.
2 tim lainnya bergabung dengan TIM IMC dan Tim One untuk memberikan pelayanan kesehatan dibeberapa titik di sekitar kabupaten Padang Pariaman
Dr.Enuh Nugraha, Dr Asturi Putri, Dr Ervin Yamani A


