DALAM RANGKA LAUNCHING PROGRAM IDI AWARD - KAMPAYE PENGOBATAN DALAM NEGERI
DALAM RANGKA LAUNCHING PROGRAM IDI AWARD
KAMPAYE PENGOBATAN DALAM NEGERI
SIDOMUNCUL DUKUNG IDI AWARD 2009
Sejalan dengan seruan pemerintah agar masyarakat makin mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri termasuk agar mempercayai pelayanan kesehatan/pengobatan medik dalam negeri , IDI perlu menegaskan komitmen akan ajakan tersebut. Salah satunya IDI akan memberikan penghargaan kepada Tokoh-tokoh publik yang juga berkomitmen untuk menggunakan pelayanan kesehatan dan pengobatan dalam negeri.
Bertempat di Kantor IDI Pusat, Senin 27 April, didukung Sidomuncul, IDI meluncurkan program IDI AWARD 2009. Program ini merupakan rangkaian kegiatan Seratus Satu Tahun Kiprah Dokter Indonesia dan Kebangkitan Nasional. Jumpa Pers juga sekaligus launching program ini dihadiri oleh Ketua Umum IDI DR Dr Fachmi Idris, Mkes, sejumlah pengurus PB IDI dan Direktur Utama Sidomuncul Irwan Hidayat.
Pemberian IDI AWARD ini dimaksudkan untuk mendorong dan memberi keteladanan terhadap masyarakat agar mempercayai pengobatan dalam negeri . Kategori penerima IDI AWARD : Pejabat Negara tingkat pusat, politikus (Ketua Partai non pejabat Negara maupun ketua Fraksi), dan Pengusaha Nasional. Kriteria penilaian tokoh adalah: minimun kurun waktu 3 tahun mempercayakan perawatan keseahatnya kepada dokter/ ahli dan rumah sakit di dalam negeri baik untuk tindakan medis maupun medical chek up, memiliki unsur keteladanan dan keberanian, dan komitmen yang jelas terhadap pengobatan dalam negeri.
Seperti kita ketahui jumlah masyarakat Indonesia yang berobat di luar negeri samakin meningkat tiap tahunnya. Keadaan ini tentu akan berakibat buruk bagi bangsa di masa akan datang, sebagai contoh berdampak mengalirnya devisa ke luar negeri dan kurang berkembangnya industri penunjang kesehatan di dalam negeri, dan kekurangpercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan nasional. "...Dengan kondisi sistem kesehatan nasional yang harus terus dibenahi, ditambah adanya over promosi dari pelayanan kesehatan asing di negeri kita, upaya memberikan penghargaan terhadap tokoh publik nasional merupakan kampanye efektif untuk mendorong masyarakat lebih mempercayai pengobatan di dalam negeri..." demikian DR Dr Fachmi Idris, Mkes , Ketua Umum PB IDI.
Untuk menjaga objektivitas pilihan tokoh, proses pemberian penghargaan ini meliputi: 1) Investigasi dari tim wartawan (tanpa unsur IDI), yang akan mencari ataupun mengumpulkan informasi mengenai tokoh-tokoh yang akan masuk nominasi; 2) Seleksi awal atas tokoh yang masuk nominasi oleh tim yang terdiri dari unsur: LSM, Wartawan, IDI, dll; 3) Penentuan akhir oleh tim juri (board of trusty) yang akan memilih 5 tokoh nasional dari 5 katagori yang ditetapkan. Tim Juri untuk IDI AWARD 2009 adalah Dr Broto Wasisto, MPH (Dewan Penasehat PB IDI), Prof. DR.Dr. Syamsurizal Djauzi, SpPD (Dokter Terpuji IDI 2008), Perwakilan dari PERS, Irwan Hidayat (Pengusaha), Tokoh dari Pers.
PB IDI menghimbau masyarakat untuk memberikan informasi atas keberadaan tokoh yang dapat dijadikan teladan agar dapat dapat menghubungi PB IDI agar tim investigasi dapat mencari tahu keberadaan tokoh tersebut, agar jangan sampai ada tokoh yang terlewatkan untuk dinominasikan.


